Kamis, 11 November 2010

Teori Kepribadian, Carl Gustav Jung

Biography

Carl Gustav Jung lahir pada tanggal 26 Juli 1875 di Kesswil, Swiss. Kakeknya dari pihak Ayah adalah seorang seorang fisikawan terkenal dari Basel. Ada rumor yang berkembang di daerah tersebut bahwa kakaek Jung adalah anak tidak sah dari sastrawan terkenal Jerman Goethe.Walaupun ayah Jung tak pernah mengakui hal tersebut, kadang-kadang Jung mempercai bahwa ia adalah cicit Goethe.

Jung menggambarkan ayahnya sebagai seseorang yang idealis sentimental dengan keragu-raguan mengenai keyakinan agamanya. Terhadap Ibunya, Jung melihat sebagai seseorang yang memiliki dua sisi. Sisi yang pertama, ibunya adalah orang yang realistis, praktis, dan berhati hangat. Namun di sisi yang lainnya, ibunya tidak stabil, percaya pada hal-hal mistis spiritual, kuno, dan keji.

Pada tahun pertama Jung di sekolah kedokteran, ayahnya meninggal dunia dan meninggalkan Jung dalam pengashan ibu dan saudara perempuannya. Pada masa-masa ini juga, Jung mulai mulai menghadiri serangkaian pertemuan (séances) di mana mereka berusaha berkomunikasi dengan arwah (orang yang sudah meninggal) dengan keluarga Preiswerk, termasuk sepupu pertamanya yang bernama Helena Preiswerk yang mengaku dapat berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal. Jung menghadiri pertemuan ini sebagai anggota keluarga, namun kemudian ia menulis disertasi kedokterannya mengenai fenomena occult. Jung melaporkan bahwa proses séances itu sebagai eksperimen yang dikontrol.

Ketidaksadaran Kolektif

Ketidaksadaran kolektif sudah mengakar dari masa lalu leluhur seluruh spesies. Hal ini merepresentasikan konsep Jung yang paling controversial dan mungkin yang paling penting. Isi fisik yang menyertai ketidaksadaran kolektif diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai sebuah kondisis psikis yang potensial. Pengalaman nenek moyang terdahulu dengan konsep universal seperti Tuhan, Ibu, Bumi, dan lainnyatelah ditransmisikan dalam beberapa generasi sehingga orang berada dalam suat kondisi dan wakt yang dipengaruhi oleh pengalaman primordial primitive nenek moyangnya. Dengan demikian, isi dari ketidaksadaran kolektif adalah kurang lebih sama pada seluruh budaya di dunia ini.

Arkatipe

Arkatipe adalah bayangan leluhur atau arkaik yang datang dari ketidaksadaran kolektif. Arkatipe mereka merupakan kumplan bayangan-bayangan yang diasosiasikan dan diwarnai dengan sangat kuat oleh perasaan dan muncul dari isi ketidaksadaran kolektif.

Anima

Seperti Freud, Jung juga percaya bahwa semua manusia secara pdikologis bersifat biseksual dan memiliki sisi maskulin dan feminin. Sisi feminin seorang pria terbentuk dalam ketidaksadaran kolektif sebagai arkatipe dan menetap di kesadaran.

Jung percaya bahwa anima berasal dari pengalaman seorang pria dengan wanita (ibu, kakak perempuan, dan kekasih) yang digabungkan untuk membentuk gambaran umum wanita. Dalam perjalanannya, konsep umum ini menjadi bagian dalam ketidaksadaran kolektif dalam sema pria sebagai arkatipe anima.

Animus

Arkatipe maskulin pada wanita disebut animus. Bila anima mempresentasikan mood dan perasaan yang irasional, maka animus merupakan symbol dari proses berfikir dan bernalar. Animus mampu mempengaruhi proses berfikir seorang wanita, yang sebenarnya tidak dimilki oleh seorang wanita. Hal itu sebenarnya berasal dari ketidaksadaran kolektif yang bermula dari cerita hbngan prasejarah pria dan wanita.

Jung percaya bahwa animus bertanggungjawab dalam proses berfikir dan berpendapat seorang wanita, sama dengan anima yang menghasilkan perasaan dan mood seorang pria. Animus juga merupakan penjelasan mengapa perempuan terkenal dengan proses berfikir yang irasional dan pendapatnya yang tidak logis. Menurut Jung, ada banyak pendapat wanita yang valid dan objektif. Pemikiran-pemikiran ini bukan merupakan hasil proses berfikir, namun sudah tersedia untuk digunakan. Bila seorang wanita lebih didominasi oleh animus, maka tidak ada pemikiran logis ata penampakan emosi yang mamp menggoyahkan kepercayaannya. Seperti anima, animus juga muncl dalam bentuk mimpi, penampakan, dan fantasi yang dilebih-lebihkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar